Bariatric Surgery
Dalam beberapa dekade terakhir, obesitas berkembang menjadi masalah kesehatan global yang memengaruhi miliaran orang. Dampaknya tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada kualitas hidup, biaya perawatan kesehatan, dan produktivitas. Obesitas dapat terjadi pada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Menurut World Health Organization (WHO), angka obesitas hampir tiga kali lipat sejak 1975. Hampir 2 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan dan lebih dari 650 juta orang tergolong obesitas. Karena itu, WHO meluncurkan "WHO Global Strategy on Diet, Physical Activity and Health" pada tahun 2011 dan mendorong setiap negara untuk menyusun kebijakan nasional terkait pola makan dan aktivitas fisik. Indeks Massa Tubuh (BMI) adalah angka yang dihitung dari tinggi dan berat badan. BMI digunakan untuk mengelompokkan berat badan seseorang menjadi kurus, normal, kelebihan berat badan, atau obesitas. Kategori "Overweight" memiliki BMI 25 hingga 29,9. Kategori "Obese" dimulai dari BMI 30 ke atas.
Seseorang yang ingin berkonsultasi dengan tenaga medis perlu memahami bahwa obesitas adalah kondisi kompleks. Faktor genetik, metabolisme, hormon, kondisi psikologis, dan sistem saraf pusat dapat berperan. Penyebabnya berbeda pada setiap individu, sehingga pendekatan standar sering kali tidak memberikan hasil jangka panjang. Pilihan penurunan berat badan meliputi perubahan pola makan, olahraga, obat-obatan, dan operasi bariatrik. Berdasarkan banyak penelitian, operasi bariatrik merupakan metode yang paling efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang dan dapat memperbaiki bahkan mengatasi penyakit penyerta.
Seiring berkembangnya teknik bedah yang lebih aman dan efektif, jumlah operasi bariatrik terus meningkat. Dari kurang dari 10.000 prosedur pada tahun 1998, kini mencapai hampir 200.000 operasi per tahun dan terus bertambah.
Why Bariatric Surgery in Turkey?
Türkiye menjadi salah satu tujuan utama untuk operasi bariatrik. Istanbul khususnya dikenal sebagai pusat wisata medis. Sekitar 70 persen pasien internasional yang datang untuk operasi bariatrik memilih Istanbul.
Fasilitas Medis Modern: Banyak rumah sakit di Türkiye memiliki peralatan canggih dan akreditasi internasional. Standar kebersihan dan keselamatan mengikuti protokol global.
Ahli Bedah Berpengalaman: Dokter bedah bariatrik di Türkiye telah melakukan ribuan prosedur. Banyak yang memiliki pelatihan internasional. Rata-rata profesor di Türkiye dapat melakukan lebih dari 3000 operasi, sementara di banyak negara Eropa jumlahnya di bawah 1000.
Biaya Lebih Terjangkau: Total biaya operasi, termasuk pemeriksaan sebelum dan sesudah tindakan, lebih rendah dibandingkan negara Barat seperti Jerman, Inggris, atau ABD.
Tanpa Daftar Tunggu Panjang: Rumah sakit swasta di Türkiye biasanya dapat menjadwalkan operasi lebih cepat dibandingkan sistem kesehatan publik di beberapa negara.
Dukungan Wisata Medis: Layanan seperti transportasi, akomodasi, dan penerjemah tersedia untuk pasien internasional.
Lokasi Strategis: Istanbul mudah diakses dari Eropa, Asia, dan Timur Tengah melalui bandara internasional besar.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengisi formulir yang tersedia.
How Much Bariatric Surgery Costs in Turkey?
Biaya operasi bariatrik di Türkiye berkisar antara $2.500 hingga $9.000, tergantung jenis prosedur dan rumah sakit. Harga di atas $5.000 biasanya terdapat pada rumah sakit dengan fasilitas setara hotel bintang lima. Sebagai perbandingan, biaya di Jerman sekitar €8.000 hingga €15.000, di Inggris £6.000 hingga £15.000, dan di ABD $15.000 hingga $35.000.
Types of Bariatric Surgery
Prosedur bariatrik dibagi menjadi tiga kelompok utama: restriktif, malabsorptif, dan kombinasi keduanya. Prosedur restriktif membatasi jumlah makanan yang dapat dikonsumsi. Prosedur malabsorptif mengurangi penyerapan nutrisi di usus. Beberapa teknik lama tidak lagi digunakan karena risiko kekurangan nutrisi. Saat ini, metode modern dilakukan dengan teknik terbuka atau laparoskopi.
Tiga metode yang paling umum digunakan dijelaskan di bawah ini.
Adjustable Gastric Banding (Lap-Band)
Mekanisme: Pita silikon ditempatkan di bagian atas lambung untuk membentuk kantong kecil. Kekencangan pita dapat disesuaikan.
Penurunan Berat Badan: Biasanya lebih lambat dibandingkan metode lain.
Dampak pada Penyakit Penyerta: Dapat membantu, namun hasilnya sering lebih terbatas.
Risiko: Pita dapat bergeser atau menyebabkan iritasi. Penyesuaian rutin diperlukan.
Dapat Dibalik: Pita dapat dilepas jika diperlukan.
Sleeve Gastrectomy
Mekanisme: Sekitar 80 persen lambung diangkat sehingga tersisa bagian berbentuk tabung.
Penurunan Berat Badan: Rata-rata pasien kehilangan 60 hingga 70 persen kelebihan berat badan.
Dampak pada Penyakit Penyerta: Efektif untuk diabetes tipe 2, hipertensi, dan sleep apnea.
Risiko: Kebocoran pada garis jahitan dan kemungkinan kekurangan nutrisi.
Tidak Dapat Dibalik: Bagian lambung yang diangkat tidak dapat dikembalikan.
Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB)
Mekanisme: Membuat kantong kecil di bagian atas lambung dan menghubungkannya langsung ke usus halus. Metode ini membatasi asupan dan penyerapan makanan.
Penurunan Berat Badan: Sekitar 60 hingga 70 persen kelebihan berat badan dapat hilang.
Dampak pada Penyakit Penyerta: Sangat efektif untuk memperbaiki diabetes tipe 2 dan hipertensi.
Risiko: Dapat terjadi dumping syndrome, kekurangan vitamin, dan gangguan pencernaan.
Dapat Dibalik: Secara teknis memungkinkan, tetapi prosedurnya kompleks.
Operasi bariatrik memerlukan perubahan gaya hidup jangka panjang. Pasien perlu mengikuti pola makan baru, rutin berolahraga, dan kontrol medis. Banyak rumah sakit di Türkiye menyediakan konsultasi ahli gizi dan dukungan psikologis sebagai bagian dari paket perawatan.
Diet Before Bariatric Surgery
Dua minggu sebelum operasi, pasien biasanya mengikuti diet khusus. Tujuannya untuk mengecilkan ukuran hati dan mengurangi risiko komplikasi. Pola makan umumnya terdiri dari cairan jernih seperti air, kaldu, jus tanpa ampas, dan gelatin bebas gula. Makanan padat harus dihindari. Dokter dapat menyarankan suplemen protein. Beberapa jam sebelum operasi, pasien diminta berpuasa.
Diet After Bariatric Surgery
Setelah operasi, pola makan dilakukan bertahap. Awalnya cairan jernih, lalu cairan penuh seperti susu dan sup krim. Tahap berikutnya makanan halus dan lembut. Pada akhirnya pasien kembali ke makanan normal dengan porsi kecil dan pembatasan gula serta lemak tinggi. Kepatuhan terhadap panduan diet penting untuk hasil jangka panjang.
Life After Bariatric Surgery: Possible Complications and Lifestyle Changes
Setelah operasi, pasien harus memperhatikan asupan nutrisi. Dumping syndrome dapat terjadi setelah konsumsi makanan tertentu dan menyebabkan mual serta diare. Refluks asam dan gangguan pencernaan juga mungkin muncul. Rambut rontok sementara dapat terjadi akibat perubahan nutrisi cepat, kondisi ini dikenal sebagai "telogen effluvium" dan biasanya membaik seiring waktu.
Kontrol rutin membantu memantau perkembangan dan mendeteksi komplikasi lebih awal. Dukungan psikologis juga penting untuk menghadapi perubahan citra tubuh dan kebiasaan makan. Operasi bariatrik adalah komitmen seumur hidup terhadap pola hidup sehat.
Artikel ini bukan ditulis oleh tenaga medis. Informasi disusun berdasarkan literatur akademik dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan profesional kesehatan. Untuk saran medis yang sesuai kondisi pribadi, konsultasikan dengan dokter.
References
- The SAGES Manual: A Practical Guide to Bariatric Surgery, 2008
- Bariatric Surgery: Technical Variations and Complications, Springer-Verlag Berlin Heidelberg, 2012
- Review of Obesity and Bariatric Surgery: Essential Notes and Multiple Choice Questions, Informa Healthcare, 2012
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight